Sejak kecil saya bertumbuh dan berada di tengah – tengah keluarga yang kental dengan kekristenan namun tidak benar-benar menjadi pelaku firman. Ayah saya menghabiskan uangnya dengan selingkuhannya dan ibu saya bekerja sebagai asisten rumah tangga di negeri orang lain. Sejak saya duduk di bangku SD kelas 3, saya tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua saya, sejak saat itu saya menyimpan kepaitan terhadap kedua orangtua saya.

Namun sejak saya menginjakkan kaki di sekolah ini, saya merasakan beberapa perubahan khususnya dalam  hal memberi. Saya seringkali merasa terbeban ketika saya melihat teman-teman saya yang kekurangan. Saya juga senang karena di sekolah ini murid-muridnya berasal dari berbagai daerah di NTT, hal ini begitu unik dan khas menurut saya.

Dalam hidup seseorang pasti ada harapan yang indah disana. Harapan saya ke depannya adalah memberikan perubahan bagi daerah saya. Khususnya bagi anak-anak muda yang kehilangan tujuan hidup. Dan harapan terbesar saya adalah dapat membangun gedung untuk orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal dan saya berharap dapat pergi ke Afrika untuk membantu orang-orang yang kurang gizi. Memang ini merupakan mimpi yang sangat besar tetapi saya percaya ketika berjalan bersama Tuhan, saya pasti bisa.